Awal Agustus 2009 pengguna jejaring social Facebook (FB) di seluruh dunia telah menembus angka 245 juta lebih, tepatnya 246,060,640 per 3 Agustus 2009 (data diambil dari checkfacebook.com). Tentu angka ini bukanlah angka real dilapangan, karena tidak jarang satu orang mempunyai dua atau tiga account yang berbeda. Walaupun begitu, dapat diyakini jika angka real juga tidak terlalu signifikan perbedaanya dengan angka diatas, karena FB cukup tegas dalam memberlakukan TOS mereka, serta kebanyakan users juga sudah cukup terpuaskan dengan hanya memiliki satu account di FB. Fenomena perkembangan situs social networks besutan Mark Zuckerberg ini memang menyedot perhatian banyak orang, FB telah berhasil menggeser posisi Myspace sebagai pemegang tahta situs jejaring social terbesar di dunia, serta FB mampu menghadirkan trend dan mindset baru dalam dunia online advertising.
Yup,.. Facebook telah membawa trend baru online advertising “From Keyword Targeting to People Targeting”. Sekarang para online marketer mempunyai lebih banyak keleluasaan berkreasi dalam melancarkan strategi pemasaran mereka via online ads, tidak lagi hanya berkutat dengan keywords yang selama ini di pakai di Google adwords, tapi lebih dari itu. Di Facebook anda dapat dengan leluasa men-set target market anda berdasarkan lokasi, keywords, connection, relationship, age, birthday, education, sex serta language targeting [Pembahasan lebih mendalam mengenai hal ini, akan hadir dalam tulisan tersendiri]. …go further Bro >>





Tahun 1959, People’s Action Party (PAP) pimpinan Lee Kuan Yew berhasil memenangkan pemilu di Singapura dengan menguasai 41 dari 53 kursi di parlemen. Saat Lee diangkat menjadi perdana menteri, kas negara dalam keadaan kosong, kondisi negara carut-marut, penerapan hukum buruk, konflik antar etnis, masyarakat jorok dengan sampah dimana-mana dan pengangguran mencapai 40%. Sedangkan sumber daya alam sangatlah minim, luas Singapura hanya 400 km dengan komoditi andalan cuma padi. Kalaupun seandainya semua lapangan sepak bola dikonversi menjadi sawah, ia hanya mampu menyajikan beras untuk 40.000 orang. Untuk membangun turisme-pun susah karena masyarakatnya jorok dan tidak mempunyai pantai yang bagus.
Tepat seminggu sebelum hajatan akbar dunia otomotif nasional, dua bom bunuh diri meledak di Mega Kuningan, tepatnya di hotel Ritz Carlton dan J.W Marriot Jakarta. Selain memporak-porandakan hotel yang tentunya mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, terror bom ini juka sukses “menakuti” klub sepakbola raksasa asal Inggris Manchester United yang sejatinya akan melaksanakan pertandingan persahabatan dalam tour Asianya melawan Indonesia All Star. Yach, ini adalah tragedi nasional yang mengancam siapa saja di negeri ini.






